RIMA ARTICLES

BINGUNG CARI TEMPAT LIBURAN? CARI TAHU SELENGKAPNYA DI "PESONA AIR TERJUN KEDUNG PEDUT " | JANGAN LUPA SHARE DAN KOMEN TERIMA KASIH | KRITIK DAN SARAN SANGAT DIPERLUKAN

Ironi Pengamen Ondel-ondel


Sumber foto: Pinterest
Tiga remaja terlihat menyusuri trotoar dan jalan gang-gang kota Jakarta. Remaja itu bernama Awang, Ardi dan Dani. Kelahiran tahun 1998 yang mengadu nasib bekerja menjadi pengamen ondel-ondel. Mereka bergantian membawa peran ondel-ondel raksasa buatan dari bambu, berbaju kain polos yang beratnya melebihi sepuluh kilogram.

Kadang Awang yang membawa peralatan speaker dengan gerobaknya. Dani membawa ember plastik bekas cat untuk tempat recehan. Ardi bersiap menjadi ondel-ondel berjalan sambil melirik dari intipan dekat dada si ondel-ondel.

Bila sudah terasa lelah berkeliling, mereka beristirahat sejenak sambil menghitung hasil berkeliling. Lantaran hari menjelang malam, mereka mengambil rute mengamen di pinggir jalan daerah Rawamangun. Disana banyak sekali pedagang makanan pinggir jalan, mereka berharap mendapatkan hasil pengamen yang lebih banyak.

Ondel-ondel yang mereka arak pun seketika menjadi primadona. Sekumpulan bocah berlarian di belakang ondel-ondel dan sesekali berusaha menarik pakaian sosok setinggi sekitar 2 meter itu. Tak jarang pula dari mereka berteriak ‘ondel-ondel’ seraya berlompatan.

Senja kelabu sudah tiba sementara mereka masih bekerja, dan kini pun senja memudar menjadi malam. Angin juga bertambah dingin tanpa mereka sadari keringat membasahi bajunya tetapi tak pernah menyurutkan keinginannya untuk terus bekerja.

Awang mengatakan bahwa ondel-ondel ini bukan miliknya tetapi ia bekerja dengan Pak Pardi. Mereka menyisihkan 20% penghasilannya untuk diberikan kepada Pak Pardi sebagai uag sewa ondel-ondel.

Terkadang mereka harus adu mulut dengan satpol PP yang sedang melakukan razia. Sering pula ondel-ondel yang ia pakai untuk mengamen diangkut oleh petugas. Mereka mengaku heran dengan pemerintah yang sering melakukan razia. Padahal menurutnya apa yang dilakukan mereka hanya mencari uang untuk makan tanpa menggangu orang lain. Selain mencari nafkah, mereka ingin terus melestarikan kebudayaan Betawi.

0 Komentar